DIKLATSAR AIR – V

Pamflet-1

Langkah awal organisasi AIR  dalam upaya mencapai tujuan utama organisasi adalah Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR), yang harus dijalankan oleh calon anggota, untuk meraih predikat anggota dan selanjutnya berkiprah sebagai anggota dan menjalankan status dan perannya sebagai anggota pecinta alam dan pelestari lingkungan hidup. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Aktivitas Air | Tag | Meninggalkan komentar

Tasyakuran dan Peresmian Sekretariat AIR

Tasyakuran dan PeresmianS ekretariat AIR

Dalam rangka mensyukuri mulai difungsikannya gedung sebagai secretariat baru Aktivitas Rimbawan (AIR), yang terletak di Jl. Rama Cikijing atau Komplek Terminal Cikijing Desa/Kecamatan Cikijing Kab. Majalengka, Keluarga besar Aktivitas Rimbawan (AIR) menggelar malam Tasyakuran dan Peresmian Gedung Skretariat Baru pada Sabtu (2 April 2016) lalu.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Aktivitas Air | Tag | Meninggalkan komentar

Capung Indikator Lingkungan Bersih

Capung (Foto.Hendra Riadi)Coba lihat dan amati foto hewan yang ada pada postingan kami kali ini. Anda masih ingat kapan terakhir kali melihat atau menemukan hewan tersebut ? Saat ini keberadaan hewan ini sudah semakin jarang kita temui ini, apa yang menjadi penyebabnya ? mari kita sedikit mencoba mengenal tentang hewan tersebut. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jendela Kita | 1 Komentar

Mengenalkan Anak Dengan Alam

Belajar Mengenali Serangga

Belajar Mengenali Serangga (Foto. Hendra Riadi)

Tanpa disardari sebagai orang tua kita seringkali membuat banyak pantangan dan larangan bagi anak-anak kita. Padahal, belum tentu pantangan itu benar secara medis. Banyaknya pantangan dan larangan ini akibat budaya masyarakat kita yang memang masih budaya lisan. Selain asupan makanan bergizi, anak juga memerlukan ruang cukup untuk bergerak, beraktivitas, mengekplorasi dunia dan sekelilingnya sekaligus berinteraksi dengannya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jendela Kita, Pengetahuan, Tulisan Terbaru | Tag | Meninggalkan komentar

Danau Purba Cikijing

Dipublikasi di Jendela Kita, Pengetahuan | Meninggalkan komentar

Pilih Sejuk Atau Gersang ?

Dalam sebuah kehidupan banyak persoalan yang sangat rumit mulai  dari sebuah persoalan kecil hingga persoalan besar, semua itu di awali dan dipengaruhi dari sebuah lingkungan, lingkungan yang baik mempengaruhi timbulnya perbuatan dan kelakuan yang baik, begitupun lingkungan yang buruk sangat berpengaruh juga terhadap timbulnya kelakuan buruk penghuninya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jendela Kita, Tulisan Terbaru | Tag , , | Meninggalkan komentar

Rehab Terminal Cikijing

Sub Terminal Kecamatan Cikijing nyaris terbengkelai karena tidak difungsikan. Sementara ini bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Elf jurusan Cikijing-Majalengka – Bandung  dan Cirebon-Cikijing-Ciamis masih tetap mangkal di simpang tiga Kuningan – Ciamis – Majalengka , sementara untuk angkutan umum dalam kota (Angkot) mangkal disepanjang jalur Cikijing – Talaga. Hal ini menyebabkan arus lalu lintas sering mengalami kemacetan dan menambah kesemrawutan di kota Cikijing. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jendela Kita, Tulisan Terbaru | Tag | 1 Komentar

Gunung Ceremai

Gunung Ceremai (seringkali secara salah kaprah dinamakan “Ciremai”) secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Posisi geografis puncaknya terletak pada 6° 53′ 30″ LS dan 108° 24′ 00″ BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Pengetahuan, Tulisan Terbaru | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Mengenal Kode Kemasan Plastik

1. PET ( Polyethylene Terephthalate )

Pada bagian bawah kemasan botol plastik, biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya dan tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate). Biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya.

Botol Jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI, kenapa? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Pengetahuan | Tag , , | Meninggalkan komentar

Mengetahui Kode Recycle Pada Sebuah Kemasan

1. PET — Polyethylene Terephthalate
Biasanya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya dan tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate). Biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya.
Botol Jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI, kenapa? Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker).
Di dalam membuat PET, menggunakan bahan yang disebut dengan antimoni trioksida, yang berbahaya bagi para pekerja yang berhubungan dengan pengolahan ataupun daur ulangnya, karena antimoni trioksida masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan, yaitu akibat menghirup debu yang mengandung senyawa tersebut.
Terkontaminasinya senyawa ini dalam periode yang lama akan mengalami: iritasi kulit dan saluran pernafasan. Bagi pekerja wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran, pun bila melahirkan, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.

2. HDPE — High Density Polyethylene
Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain.
HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.
Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.

3. V — Polyvinyl Chloride
Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V — V itu berarti PVC (Polyvinyl Chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol.
PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15oC. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).

4. LDPE — Low Density Polyethylene
Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE – LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.
Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.
Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia.
Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5. PP — Polypropylene
Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP – PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.
Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap.
Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.

6 . PS — Polystyrene
Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS– PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja. PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain.
Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.
Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang.
Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.

— oOo —

Dipublikasi di Pengetahuan | Meninggalkan komentar