Terminal Bis atau Terminal Sampah ?

Pertambahan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi, dan gaya hidup masyarakat adalah factor yang mendorong meningkatkan jumlah timbulan sampah, jenis, dan keberagaman karakteristik sampah.  Meningkatnya daya beli masyarakat terhadap berbagai jenis bahan pokok dan hasil teknologi serta meningkatnya usaha atau kegiatan penunjang pertumbuhan ekonomi suatu daerah juga memberikan kontribusi yang besar terhadap kuantitas dan kualitas sampah yang dihasilkan. Meningkatnya volume bisa dilihat diberbagai sudut kota / pemukiman penduduk.
Dan salah satunya seperti tampak pada gambar  berikut,

Ini adalah salah satu sudut  bekas Terminal Bis Desa Cikijing Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka. Timbunan sampah tersebut bukan hanya berasal dari limbah sampah rumah tangga pemukiman setempat, tetapi juga berasal dari pemukiman lainnya yang sengaja membuang sampah ke tempat tersebut.

Bukan hanya itu, setiap kali kota ini diguyur hujan, maka sudah suatu kepastian ”Terminal Bis” ini akan berubah menjadi  Terminal Sampah”. Salah satu penyebabnya utamanya adalah tidak berfungsinya sistem drainase dilingkungan setempat. Sehingga pada saat hujan, seluruh permukaan jalan akan digenangi aliran air hujan yang membawa sampah-sampah termasuk sampah yang dibuang dari pemukiman lain

Kurangnya sosialisasi tentang kelestarian lingkungan serta tidak adanya tata tertib atau peraturan resmi dari pemerintah setempat , juga merupakan salah satu faktor penyebab hilangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat trhadap lingkungan.

Untuk mewujudkan kota/lingkungan yang bersih dan sehat , kiranya pmerintah setempat perlu membuat satu pengaturan yang lebih tegas  mengenai kebersihan dan pemeliharaan kelestarian lingkungan .
Entah siapa yang harus disalahkan, satu hal yang pasti Kota Cikijing memerlukan pembenahan dan penataan kembali dari segi  pelestarian lingkungan hidup.

“Kelestarian Lingkungan” atau “Kesemrawutan Lingkungan” adalah nilai dari sebuah hasil karya masyarakat.

Penulis
Glx

Tentang AIR ( Aktivitas Rimbawan )

Komunitas Pelestari Lingkungan Hidup
Pos ini dipublikasikan di Jendela Kita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s