Apa kabar Gotong royong ?

Ketika musim hujan datang dan banjir menggenangi lingkungan, warga pun kelimpungan. Banyak reaksi yang muncul dari masyarakat. Berbagai keluhan bahkan ada yang mengumpat pejabat pemerintah karena dianggap tak becus mengurus tata kota, atau mengeluhkan konstruksi drainase yang tidak beres dan mengkambing hitamkan salah satu pihak sebagai biang keladinya.

Dari semua tudingan itu, tak ada satu pun yang menuding diri sendiri atau kesalahan yang datang dari lingkungan sendiri. Tak ada yang mengingat atau menyalahkan perilaku sehari-hari mereka sendiri saat membuang sampah ke dalam parit, atau saat membuat bangunan tempat usaha dengan cara menyemen permukaan parit/selokan, tidak pernah terlintas dalam pikiran. Kebanyakan hanya berpikir, banjir akibat drainase yang tak berfungsi dan pemerintah yang tutup mata. Jarang sekali yang berpikir, ketika banjir menghampiri ada kaitannya dengan perilaku masyarakat sehari-hari. Itu ketika musim hujan. Apalagi ketika musim kemarau, pastilah lupa akan datangnya musim hujan kemudian banjir.

Mengatasi berbagai masalah yang ada dalam kehidupan masyarakat kita, termasuk masalah lingkungan, Gotong royong merupakan tradisi yang masih dijadikan solusi handal. Organisasi sosial, lingkungan departemen, warga kelurahan, sering mengadakan gotong-royong. Banyak yang mereka kerjakan mulai membangun jalan, membersihkan parit atau pengerjaaan proyek kecil lainnya menyangkut kepentingan bersama.
Gotong-royong kebersihan lingkungan, selain mencerminkan kepribadian bangsa yang menjunjung kebersamaan dan persatuan, merupakan cara lain mengetuk kesadaran peduli lingkungan.

Di dalam gotong-royong terkandung beberapa nilai positif yang berkembang dalam kepribadian. Terutama menyangkut kehidupan bersama di tengah masyarakat. Salah satunya sikap rela berkorban. Dalam gotong-royong masing-masing peserta rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan mungkin materi.

Pengalaman (rela berkorban) itu menyadarkan peserta gotong royong merasa memiliki masalah sosial yang menjadi bagian dari tanggungjawab diri sendiri. Mereka juga merasa berkepentingan menjaga kebersihan lingkungan yang mereka kerjakan bersama-sama karena menjadi bagian dari proses pengerjaannya.
Dengan demikian diharapkan kepedulian individu menjaga lingkungan semakin tinggi. Bila setiap individu peduli, otomatis menciptakan komunitas masyarakat yang peduli terhadap lingkungan.
Di dalam bergotong-royong, bukan semangat individu yang bekerja. Tapi individu yang telah bersatu dengan suasana kebersamaan yang kental, sehingga timbullah suasana kesemarakan yang akrab , penuh gembira dan tanpa paksaan dalam mewujudkan kepedulian terhadap pemeliharan lingkungan.

Masalah lingkungan merupakan masalah yang dekat kepentingan pribadi, keluarga dan kehidupan masyarakat. Karena itulah dibutuhkan kepedulian individu dan kolektif.
Contoh yang sederhana dan sering kita temui di sekitar kita adalah masalah sampah. Sampah yang berserekan di sembarang tempat berkaitan dengan masalah perilaku pribadi yang kurang memiliki rasa kepedulian untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Sampah yang tidak dikelola tidak hanya menggangu pemandangan atau kenyamanan warga secara perorangan karena baunya yang tak sedap, namun berpotensi timbul masalah yang lebih besar lagi semacam masalah banjir.

Banjir yang disusul beragam penyakit karena lingkungan yang tidak bersih menjadi ancaman masalah sosial yang sangat serius. Demikian pula dengan masalah lingkungan yang lain, seperti pencemaran limbah, polusi udara atau yang sekarang sedang mencemaskan, pemanasan global.
Mengatasi masalah lingkungan yang besar ini ternyata sebagian tergantung kepada kepedulian individu. Karena kerusakan lingkungan dan sumber petaka lingkungan, sebagian besar berkaitan dengan sikap individu.

Mengubah kebiasaan tidak peduli menjadi peduli lingkungan akan membantu mengurangi beban masalah lingkungan. Mulailah dengan kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan, memiliki kegemaran menanam pohon dan mengurangi pemakaian barang-barang yang tidak ramah lingkungan.

Masalah lingkungan adalah masalah bersama dalam satu lingkaran ekologi. Karena itulah perlu kesadaran pribadi yang akan menopang tanggungjawab kolektif terhadap masalah lingkungan. Melibatkan diri berotong royong mengatasi masalah lingkungan akan membangkitkan kesadaran, peran kita mengatasi masalah lingkungan sangat berarti.

” Mari bergotong royong…ciptakan lingkungan bersih dan sehat…!”

***

Tentang AIR ( Aktivitas Rimbawan )

Komunitas Pelestari Lingkungan Hidup
Pos ini dipublikasikan di Jendela Kita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s